Dari buku dan pengalaman artikel ini dibuat sebagai informasi tentang Katatonik atau ketidak mampuan dari subjek/klien hipnosis untuk bergerak. sebuah cerita lama yang sangat lama ini ingin saya bagi kepada anda. banyak yang memandang hipnosis atau hipnoterapi sama dengan trance (dalam bahasa indonesia yang artinya adalah kesurupan) namun nyatanya trance juga dapat diartikan sebagai suatu perubahan kesadaran. hipnosis memiliki banyak sekali fenomena yang khas. dimana akan selalu terkait pada bagaimana kekuatan dari pikiran bawah sadar manusia. Manusia adalah ciptaan Tuhan dimana memiliki kesempurnaan dan kesempurnaan itu terkadang tidak istimewa. kenapa saya sebut tidak istimewa, karena pikiran hanya sebagai suatu sarana yang harus terlatih sehingga tahu dan mengerti.

Pikiran hanya memproses apa yang dia tahu dan mengerti, bahkan semua reaksi yang kita lakukan adalah hasil dari mengetahui (know to aware) sesuatu dari luar dan dalam dirinya. untuk mengerti terkadang merupakan aspek lain dari suatu tindakan langsung. karena pikiran memiliki suatu dualisme. dimana sangat amat sulit berubah. suatu ide dapat masuk dalam diri dengan 2 cara: Induksi atau deduksi. Induksi adalah cara yang sangat sering digunakan.

Katatonik dan secara khusus dalam hipnosis serting dicampur dengan istilah rigid catalepy, Gejalanya termasuk tubuh kaku, anggota badan kaku, anggota badan tetap pada posisi yang sama saat digerakkan, tidak ada respons, kehilangan kontrol otot, dan fungsi tubuh yang melambat, seperti pernapasan. dan Katatonik ini dalam beberapa kasus didekatkan dengan gangguan kejiwaan. namun ijinkan saat ini saya berbagi dalam kacamata therapist.

Katatonik ataupun rigid catalepsy sebenarnya adalah hasil dari suatu proses belajar pikiran bawah sadar. di salah satu buku tentang Brain Power, bahwa 12 % kemampuan pikiran manusia itu sebenarnya masih terlalu besar. dan dengan teknologi yang makin canggih dan mudah ini bisa jadi menurunkan kemampuan pikiran manusia. walaupun demikian otak sebagai tempat proses informasi (CPU) terus aktif secara maksimal. sehingga tetap mendapatkan informasi dalam luar tubuhnya. dan terkadang mendapatkan dari dalam diri. salahsatu hal yang paling umum adalah manusia adalah prilaku otomatik/habit. dimana hal ini kecil namun sangat sulit untuk diubah.

Patients are patients because they are out of rapport with their own unconscious… Patients are people who have had too much programming Рso much outside programming that they have lost touch with their inner selves.(Pasien adalah pasien karena mereka keluar dari hubungan dengan ketidaksadaran mereka sendiri… Pasien adalah orang yang memiliki terlalu banyak pemrograman Рbegitu banyak program luar sehingga mereka kehilangan kontak dengan diri mereka sendiri.)
Milton H. Erickson

JIka katatonik ini terlihat dari orang lain, saya sebagai hipnoterapis juga melihat ini terjadi pada pikiran klien-klien saya. sehingga menereka juga dapat mengalami katatonik/rigit catalepsy pada cara berfikir. cara berfikir yang menetap fix dan tidak up todate. sehingga dalam ranah katatonik sangat dapat dibantu dengan hipnosis. catatan kecil dari buku bahwa katatonik dapat berasal dari diri (psikologis atau patologis) atau sugesti dari hypnotist. sekalilagi Katalepsi bisa karena bukan karena sugesti orang lain (swa hypnosis/auto hypnosis), kadang-kadang disertai dengan anestesi spontan, dipandang sebagai indikator trans hipnosis. Katalepsi ini yang di sugestikan, sehingga anggota badan atau bahkan seluruh tubuh, kadang-kadang diuji dengan beban berat, telah menjadi pokok pertunjukan hipnosis panggung dan bahkan demonstrasi akademis hipnotisme sejak akhir abad ke-18, sebagai bukti kemampuan fisik yang luar biasa mungkin dalam keadaan trance. dan beberapa kondisi psikologis yang memicu dapat berupa stres, kuatir/cemas dan trauma.